FACT: PEOPLE FACE TRADEOFF

Menurut Gregory Mankiw, terdapat sepuluh prinsip ekonomi tentang bagaimana orang-orang mengambil keputusan. Salah satunya yaitu kita selalu menghadapi tradeoff (people face tradeoff).

Apa maksud dari prinsip ini?

There’s no such thing as free lunch” adalah prinsip dari hal ini. Tidak ada hal yang gratis di dunia ini. Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, umumnya kita harus mengorbankan hal lain yang sesungguhnya juga berharga bagi kita. Jika kita memiliki banyak tujuan, sebagian tujuan harus kita lepaskan demi mengejar tujuan tertentu yang paling kita inginkan. Pembuatan keputusan mengharuskan kita merelakan suatu tujuan untuk memperoleh tujuan yang lainnya.

Jadi, dapat dikatakan bahwa tradeoff adalah situasi dimana seseorang harus membuat keputusan terhadap dua hal atau mungkin lebih, mengorbankan salah satu aspek dengan alasan tertentu untuk memperoleh aspek lain  dengan kualitas yang berbeda.

Hal ini mengidentifikasikan bahwa setiap orang akan selalu dihadapkan dengan banyak pilihan dalam hidupnya. Setiap individu harus menentukan pilihan yang tepat diantara banyak pilihan yang ada. Konsekuensi nyata yang akan dihadapi dari pilihan yang kita ambil adalah akan ada hal lain yang akan kita korbankan.

Contoh mudah dari tradeoff adalah ketika kita membelanjakan 10.000 rupiah untuk membeli baju, maka jumlah alokasi dana yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya berkurang pula 10.000 rupiah.
Tradeoff yang dihadapi pemerintah (Amerika dalam hal ini) adalah tradeoff antara senjata dan mentega. Semakin banyak dana yang digunakan untuk pengembangan militer (senjata), maka semakin sedikit dana yang tersisa untuk kesejahteraan rakyat (mentega).

Tradeoff terbesar: efisiensi (efficiency) dan pemerataan (equality)

Trade off yang terbesar dalam ekonomi secara global adalah pilihan antara efficiency dan equality. Efficiency is  when society gets the most from its scarce resources (efisiensi adalah kondisi ideal ketika sebuah masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat yang maksimal dari penggunaan sumber daya langka yang dimilikinya). Equality is when prosperity is distributed uniformly among society’s members (pemerataan adalah kondisi ideal ketika kesejahteraan ekonomi terbagi atau terdistribusikan secara adil di antara segenap anggota masyarakat). Jadi efisiensi adalah tentang ukuran kue ekonomi, sedangkan pemerataan adalah tentang pembagian kue ekonomi tersebut.

Tradeoff antara efisiensi dan pemerataan dijelaskan oleh Mankiw sebagai berikut. Salah satu usaha pemerintah untuk pemerataan adalah pengenaan pajak lebih besar bagi masyarakat yang memiliki penghasilan lebih besar, untuk dibagikan kepada mereka yang kurang beruntung. Pada saat bersamaan, hal ini membebankan pula biaya efisiensi. Insentif terhadap orang-orang yang bekerja menjadi turun, sehingga orang-orang menurunkan produktivitasnya. Akibatnya, hasil perekonomian secara keseluruhan menurun. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pemerintah untuk melakukan pemerataan, pada saat bersamaan akan mengecilkan ukuran kue ekonomi tersebut.

Satu hal yang harus kita pahami akan fakta adanya tradeoff yaitu bahwa dalam hidup terdapat banyak pilihan dan semuanya tidak bisa kita dapatkan secara bersamaan dengan sumber daya yang terbatas. Kita hanya akan dapat membuat keputusan-keputusan yang baik jika kita mengetahui berbagai kemungkinan/pilihan yang ada.

Tradeoff antara efisiensi (efficiency) dan keadilan (equity) dalam konsep ekonomi publik

Dalam ekonomi publik, terdapat konsep 3E yaitu economy, efficiency, dan effectiveness. Tiga konsep tersebut harus diperluas dengan konsep yang keempat yaitu equity (keadilan). Keadilan berarti bahwa semua masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk memperolah pelayanan tanpa diskrimasi atau hak istimewa bagi kelompok tertentu. Prinsip keadilan berkaitan erat dengan kesetaraan (equality), yaitu keadaan ideal dimana pemerintah berusaha memeratakan pelayanan kepada masyaraat dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Tanpa diimbangi dengan equity, pemerintah bisa lalai akan tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat.

Kenyataannya, efficiency dan equity tidak dapat berjalan beriringan. Salah satunya harus dikorbankan (tradeoff). Contohnya adalah penyerapan tenaga kerja yang kurang terampil untuk mengatasi pengangguran. Hal tersebut tentunya menimbulkan perasaan adil dalam benak masyarakat. Namun, di sisi lain proses produksi menjadi tidak efisien.

- Diolah dari bebagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s