Audit Efektivitas: Contoh Kasus

Impor Terhenti, Penyelundupan Ponsel Kian Merajalela di Batam

Kamis, 25 April 2013

BATAM – Sudah dua minggu impor ponsel, tablet serta laptop ke Batam terhenti. Kasi Intel Bea Cukai Batam Salomo Vino kepada wartawan mengungkapkan komoditas tersebut sampai saat ini belum bisa dimasukkan karena Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) belum menetapkan kuota pemasukan sejalan dengan penerapan Permendag No.82/2012.

“Sudah dua minggu berhenti, impor ponsel belum bisa masuk. Belum ada kuota dari BP Batam,” katanya di hotel Harmoni One, (24/4) seperti dikutip laman batampos.co.id

Sebelumnya kuota ponsel yang akan dimasukkan ke Batam ditetapkan BP Batam setiap 30 hari sebelum dikeluarkan Permendag No.82/2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet.

“Permendag itu masa berlakunya mulai Maret lalu. Tetapi karena belum ada ketentuan kuota makanya sudah dua minggu ini tidak ada lagi impor ponsel. Karena dalam Permendag itu disebut bahwa kuota dari BP Batam,” Kata Salomo.

Menurutnya saat ini pihak BP Batam dan Dewan Kawasan FTZ BBK sedang menggodok peraturan ketua DK. Aturan ini nantinya yang akan mengatur tata cara penerbitan Importir Terdaftar (IT) oleh BP Batam dengan tetap mengacu kepada Permendag-nya.

“Permendag itu masih digodok, untuk mengatur peneribtan IT. Jika IT sudah selesai baru bisa ajukan lagi,” tuturnya.

Berdasarkan catatan BC Batam, rata-rata kuota ponsel di Batam yang ditetapkan BP Batam mencapai 8 ribu hingga 10 ribu setiap bulan. Sebagian besar pemasok ponsel ke Batam adalah dari Singapura dan Cina.

“Selama ini, negara yang paling banyak sebagai pemasok ponsel adalah Singapura meski memang ada sebagian dari negara lain,” Kata Salomo.

Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam Fathullah membernarkan hal tersebut. “Memang harus ada aturan Dewan Kawasan, baru bisa ditertibkan Importir Terdaftar (IT) bagi kalangan importir,” Kata Fathullah.

Meski impor ini terhenti, namun penyelundupan ponsel, laptop dan gadged ke Batam disinyalir justru semakin marak. Pantauan di lapangan para penyelundup ini dengan mudah memasukkan barang lewat jalur tikus maupun jalur resmi yang tentu saja sudah main mata dengan aparat BC.

Di pusat penjualan ponsel Lucky Plaza misalnya, para pedagang seperti tidak ada masalah menjual produknya. Nampak berjejer ponsel terbaru dari berbagai merk diduga tanpa izin dari Kominfo, Disperindag dan juga standar SNI. Selain merugikan konsumen juga merugikan keuangan negara karena pajak tak disetor. (redaksi)

Komentar:

Tugas DJBC yaitu sebagai fasilitator perdagangan (trade facilitator), pengawas (customs control), dan pengumpul penerimaan negara (revenue collecting). Secara garis besar, ketiga fungsi tersebut dapat dibagi ke dalam dua fungsi utama, yaitu fungsi pelayanan dan fungsi pengawasan. Adanya penyelundupan barang impor dika­renakan ku­rang maksimalnya penga­wasan Ditjen Bea Cukai. Hal itu mengindikasikan adanya ketidakefektifan kinerja dari Ditjen Bea Cukai.

Saat ini para penyelundup semakin kreatif dalam mencari jalan untuk memasukkan barang impor ilegal. Mereka memasukkan barang lewat jalur tikus maupun jalur resmi dan bermain mata dengan aparat BC. Oleh karena itu, pengawasan pelabuhan sebagai pintu masuk barang harus diperketat, khususnya pela­buhan tikus yang sering melaku­kan praktik tersebut. Perlu ada­nya koordinasi dari dalam tubuh Bea Cukai itu sendiri dan tindak tegas bagi aparat Bea Cukai yang terbukti sengaja membantu proses penyelundupan barang.

Keterlibatan apa­rat keamanan sangat menunjang keberhasilan Bea Cukai dalam memberantas penyelun­dupan barang. Selain itu, diperlukan perbai­kan internal di Bea Cukai untuk mengurangi kebocoran impor ilegal, khususnya perbaikan di bidang sumber daya manusia karena sampai saat ini banyak aparat Bea Cukai yang justru bertindak demi kepentingannya sendiri. Bea Cukai harus lebih berani menindak impor ile­gal karena berdampak mematikan industri dalam negeri sekaligus menutup lapangan pekerjaan. Dengan perbaikan-perbaikan tersebut, diharapkan DJBC dapat menjalankan fungsi pengawasannya secara efektif.

Referensi:

http://batamreport.com/impor-terhenti-penyelundupan-ponsel-kian-merajalela-di-batam/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s